Home » » Nama-nama lain dari al-Fatihah

Nama-nama lain dari al-Fatihah


(Tafsir surat al-Fatihah ayat: 1)

Bismillah.
Alhamdulillah, dalam rubrik baru ini yaitu 'Tafsir Pilihan' kami akan menyampaikan beberapa nama lain dari al-Fatihah yang disebutkan oleh para ulama.

Maka al-Hafizh Ibnu Kastir rohimahulloh di dalam tafsirnya pada tafsiran ayat pertama dari surat al-Fatihah menerangkan bahwa surat al-Fatihah memiliki beberapa nama lain selain dari pada itu, diantaranya:

1. al-Fatihah (pembuka)
Beliau katakan: 

فاتحة الكتاب يقال لها: الفاتحة، أي فاتحة الكتاب خطا

"al-Fatihah terkadang disebut dengan nama al-Fatihah, yakni sebagai pembuka al-kitab (baca: al-Quran) secara tulisan".

Mengapa beliau mengatakan: "sebagai pembuka al-Quran secara tulisan", karena sebagaimana kita ketahui bahwa ayat yang pertama kali diturunkan Alloh kepada nabi-Nya shollollohu 'alaihi wa sallam bukanlah surat al-Fatihah; akan tetapi surat al-'Alaq.

Kendati demikian, tetap saja al-Fatihah menjadi urutan pertama dalam jajaran ayat yang pertama kali turun. Karena malaikat Jibril 'alaihis salam telah memerintahkan kepada nabi kita shollollohu 'alaihi wa sallam untuk membaca surat al-'Alaq dengan basmalah terlebih dahulu sebagaimana yang diisyaratkan dalam perintah ayat dari surat al-'Alaq. 
Maka menjadi jelaslah bagi kita bahwa basmalah merupakan ayat pembuka dari semua surat; oleh karenanya al-Hafizh Ibnu Katsir rohmatulloh 'alaihi  tetap menyebutnya sebagai pembuka al-kitab.

Dan beliau mengatakan selanjutnya:

وبها تفتح القراءة في الصلاة

" Dan dengan al-Fatihah dimulainya bacaan dalam sholat".

2. Ummul kitab (induk al-kitab)
Al-Fatihah juga dikatakan oleh al-Hafizh Ibnu Katsir rohimahulloh disebut dengan nama ummul kitab (induknya al-kitab), dan menurut beliau ini adalah pendapat jumhur ulama. Beliau katakan:

ويقال لها أيضا: أم الكتاب عند الجمهور

"dan al-Fatihah juga dinamakan dengan: ummul kitab menurut pendapat jumhur ahli tafsir".

Memang inilah pendapat jumhur, sekali pun di sana ada yang tidak menyetujui penamaan ini seperti Anas bin Malik dari kalangan sahabat dan juga dari kalangan tabi'in ada al-Hasan al-Bashri serta Ibnu Sirin; dimana kedua tabi'in tersebut tidak menyukai penamaan tersebut bagi al-Fatihah karena menurut mereka berdua, bahwa ummul kitab hanyalah diberikan kepada al-Quran yang ada di lauhul mahfuzh (langit ke-jutuh), bahkan keduanya tidak menyukai penamaan pula pada al-Fatihah dengan nama: ummul quran.

Namun pendapat mereka berdua dinilai oleh al-Hafizh Ibnu Katsir telah menyelisihi hadits yang shahih, di mana beliau mengatakan:

وقد ثبت في الحديث الصحيح عند الترمذي وصححه عن أبي هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: " الحمد لله أم القرآن وأم الكتاب والسبع المثاني والقرآن العظيم

"Dan telah benar di dalam sebuah hadits shahih yang ada pada imam at-Tirmidzi dan beliau menshahihkannya dari sahabat Abu Hurairoh beliau berkata: bersabda rosululloh shollollohu 'alaihi wa sallam, alhamdulillah adalah ummul quran (induk al-Quran) dan ummul kitab, juga tujuh ayat pujian serta al-Quranul 'Azhim".

3. al-Hamdu (pujian)
Sebagaimana disebutkan pada hadits di atas bahwa al-Fatihah disebut juga dengan nama al-hamdu.

4. as-Sholat (doa)
Penamaan ini berdasarkan sebuah hadits qudsi yang shahih dari sahabat Abu Hurairoh rodhiallaohu 'anhu :

قالَ الله تَعَالى : قَسَمْتُ الصَّلاَةَ بَيْنِي وَبَيْنَ عَبْدِي نِصْفَيْنِ وَلِعَبْدِي مَا سَأَلَ : فَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ الحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِينَ قالَ الله حَمِدَنِي عَبْدِي

"Alloh ta'ala berfirman: Aku bagi sholat menjadi dua bagian antara Aku dan antara hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang dia minta; maka apabila hamba itu mengucapkan: alhamdulillahi robbil 'alamin, Alloh berkata: hamba-Ku telah memuji Aku". (HR. Muslim)

Maka dalam hadits tersebut Alloh telah menamakannya dengan sholat karena al-Fatihah telah menjadi syarat sahnya sholat.

5. as-Syifaa (penawar)
Hal ini berdasarkan sebuah hadits yang diriwayatkan di dalam sunan ad-Darimi dari sahabat Abu Sa'id al-Khudri rodhiallohu 'anhu secara marfu', dikatakan:

فاتحة الكتاب شفاء من كل سم

"al-Fatihah sebagai penawar dari segala racun". (HR. at-Tirmidzi no.2878 dan al-Hakim dalam al-Mustadrok 2/259 dari jalan Hakim bin Jubair)

6. ar-Ruqyah (jampi)
Berdasarkan hadits dari Abu Sa'id al-Khudri rodhiallohu 'anhu yang menceritakan bahwasanya ada seorang sahabat yang meruqyah seorang dari suku salim dengan membacakan surat al-Fatihah dan kemudian diceritakan hal itu kepada nabi maka beliau pun bersabda:

وما يدريك أنها رقية؟

"dan tidak tahukah kamu bahwa al-Fatihah adalah ruqyah?" (HR. Muttafaq 'alaihi)

7. Asas al-Quran (dasar al-Quran)
Sebagaimana yang diriwayatkan oleh as-Sya'bi dari sahabat Ibnu Abbas rodhiallohu 'anhuma bahwasanya al-Fatihah adalah asasul quran, dan yang menjadi asasnya surat al-Fatihah adalah bismillahirrohmanirrohim .

8. al-Waqiyah (pelindung)
Demikianlah imam Sufyan bin 'Uyainah rohimahulloh  menamakannya, sebagaimana yang dibawakan oleh al-Hafizh Ibnu Katsir di dalam tafsirnya.

9. al-Kafiyah (yang mencukupi)
Nama ini merupakan penamaan dari imam Yahya bin Katsir rohmatullohi 'alaihi, di mana beliau berpandangan hal itu disebabkan karena al-Fatihah telah mencukupi dari yang lainnya, sedangkan lainnya masih bergantung kepadanya. Sebagaimana diterangkan dalam sebagian hadits yang mursal

أمُّ القُرْآنِ عِوَضٌ مِن غَيْرِها وليسَ غَيْرُها منها عِوضاً

"ummul Quran lah yang menjadi pengganti dari yang selainnya, sedangkan yang lainnya tidak dapat menggantikannya" (HR. Ahmad 2/284, Muslim di dalam shahihnya no.780 dll).

Demikian sederetan nama yang disebutkan oleh para ulama kendati masih ada yang lainnya yang tidak disebutkan di sini, namun hal ini kami anggap sudah cukup bagi kita untuk mengetahui beberapa nama lain dari surat yang agung nan suci ini. Wallohu a'lam.

Sumber: Tafsir Ibnu Katsir pada tafsir surat al-Fatihah ayat:1.

0 komentar:

English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified